Skip navigation

Di lain waktu, Rosulullah selalu memiliki kebiasaan jika hendak bepergian ke luar kota. Dia membawa empat bungkus gandum matang (menyerupai roti) untuk bekal perjalanan, dan membawa empat bungkus uang dirham untuk diinfaqkan kepada fakir miskin. Di perbatasan kota ada seorang pengemis Yahudi tua, renta dan buta, yang selalu nyeracau dan memburuk-burukkan Muhammad SAW.

“Muhammad brengsek, Muhammad manusia kasar, Muhammad penipu, penyihir, gila. Muhammad akan kubunuh kau,” demikian dia memaki Rosul.

Tapi setiap kali dicaci maki dan diumpat akan dibunuh, Rosul bukannya marah, malah sebaliknya tersenyum sambil mendekati sang Yahudi tua. Dikeluarkannya sebungkus gandum matang itu, lalu dihaluskan dan secara perlahan disuapkan gandum itu kemulut sang bapak tua. Tentu saja ceracau dan makian si kakek terhenti karena harus makan gandum yang sudah lembut, walau tak berucap terima kasih.

Kebiasaan itu hampir rutin dilakukan Rosulullah ketika hendak pergi ke luar kota, dan kebiasaan memaki dan nyeracau itu pula yang sering dilakukan si kakek tua.

Suatu hari, saat Rosul telah wafat dan khalifah Umar bin Khattab memimpin jazirah Arab, bertanyalah Umar kepada Fatimah az Zahra, anak Rosulullah. “Wahai Fatimah, amalan apa yang belum aku lakukan dari akhlaq mulia yang dilakukan Rosulullah?” Fatimah pun menjelaskan kebiasaan Rosul ketika hendak pergi ke luar kota selalu memberi suapan terhadap kakek Yahudi yang memakinya.

Maka pergilah Umar ke luar kota, betul saja, di perbatasan ada seorang kakek tua sedang nyeracau dan terus memaki Rosulullah. Karena kesal, gandum matang yang dibawanya langsung disumpalkan ke mulut sang kakek Yahudi, maka diamlah si kakek sambil menghabiskan gandum tersebut.

Setelah kenyang mengunyah sumpalan gandum matang itu, si kakek bertanya:”Rasanya anda bukan orang yang biasa menyapa saya dengan gandum halusnya, Anda siapa dan kemana orang yang selalu menyapa aku dengan kasih sayang itu?”

Umar dengan tegas berteriak: “Aku adalah khalifah Umar bin Khattab, dan orang yang selalu menyuapi kamu dengan lembut itu adalah orang yang setiap hari kamu maki-maki!”. Terkesiap si kakek Yahudi dadanya seperti sesak .. penuh dengan keharuan yang amat sangat. Air matanya tidak bisa dia tahan meskipun dengan kebencian sebesar gunung kepada Rasulullah SAW dan akhirnya air matanya berlinang .. diam beribu basa. Dan selang beberapa waktu dia menangis sejadi-jadinya dan menyesali perbuatannya.

“Ya khalifah ampuni aku dan aku akan memeluk agama yang diajarkan Rosulmu,” akhirnya si Yahudi tua pun tersungkur bersimpuh, menangisi kekasarannya terhadap Rosulullah.

Sikap rasional dan sabar, dengan ikatan akhlaq mulia yang matang yang dicontohkan Rosulullah SAW adalah merupakan “ilmu” yang seolah lepas dari penghayatan. Sikap cerdas secara emosional dari Rosul patut ditiru agar pihak yang menghujat ISLAM benar-benar mengerti kebesaran hakekat ajaran Rosulullah SAW.

—————

Barangkali ada yang perlu kita ingat2 lagi bahwa inti ajaran para rosulullah dari A s/d Y adalah “aku diutus tidak lain adalah agar kalian menyembah ALLAH tuhanku tuhan kalian dan tuhan semesta alam”.   Dan penutup para kenabian yakni datangnya Rasulallah Muhammad SAW selain kalimat TAUHID diatas maka penambahannya adalah “aku diturunkan untuk meNYEMPURNAkan AKHLAQ manusia”.

—————–

Catatan :

Rasulallah Muhammad SAW diturunkan bukan hanya sebagai “pelengkap” ke agamaan. Tapi benar-benar Allah menghendaki HAMBA2-Nya mencontoh Hakekat IHSAN yang diberikan – yang terdapat dalam diri Rasulallah Muhammad SAW.

2 Comments

    • wahyudin ahmad
    • Posted 20 Maret 2011 at 5:50 pm
    • Permalink

    sikap dan prilaku nabi yg mulia ini,adlh contoh yg patut ditiru dan mesti diamalkan.
    ————————–
    salam kenal.

    semoga kita semakin dewasa dalam beragama. yang sering terlupakan adalah bagaimana kita “hijrah” … dari akhlaq yang jahil ke akhlaqnya rasulallah Muhammad s.a.w.

    • MUHAMMAD AYATULLAH
    • Posted 27 Mei 2012 at 8:51 am
    • Permalink

    SEANDAINYA SAYA BERDOA KEPADA ALLAH BAHWA SAYA INGIN MEMINTAH SESUATU ,YAITU JADIKANLAH KEPRIBADIAN SAYA SEPERTI RASULULLAH SAW.KARNA BELIAU DIUTUE KEDUNIA INI TIADA LAIN UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK MANUSIA YANG KAFIR KEPADA ALLAH SWT.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: