Skip navigation

1. DETOKSIFIKASI

Berpuasa adalah sebuah tindakan suka rela untuk tidak memakan apa pun untuk sementara waktu, yang telah dilakukan selama berabad-abad sebagai ibadah dalam agama serta merupakan terapi penyembuhan yang tertua dalam sejarah pengobatan manusia. Banyak ahli kesehatan yang menganjurkan praktek puasa dikarenakan puasa merupakan salah satu penyembuh alamiah yang terbaik (bahkan, binatang pun akan ‘berpuasa’ saat mereka sakit, untuk mengeluarkan racun yang masuk ke dalam tubuhnya).

Saat berpuasa, organ-organ pencernaan dapat beristirahat sepenuhnya dan tubuh pun diberikan kesempatan untuk membersihkan diri dari segala kotoran dan racun yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun (proses Detoksifikasi/Detoks).

Secara tidak sadar, kita telah melakukan ritual puasa setiap hari. Saat kita tidur, sebenarnya kita sedang berpuasa hingga pagi harinya (ini pula yang mendasari istilah makan pagi dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan sebagai breakfast atau berbuka puasa). Dengan berpuasa, kita mengalihkan energi yang biasanya kita pergunakan untuk mencerna makanan ke arah otak, dan meningkatkan kemampuan otak untuk berkonsentrasi.

Ada banyak cara untuk berpuasa, termasuk diantaranya berpuasa selama 30 atau 40 hari penuh, seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad, Nabi Isa, Nabi Musa. Dengan berpuasa, kita akan meraih manfaat menyeluruh secara fisik, mental, dan spiritual, diantaranya:

– Manfaat Fisik
Berpuasa akan mengistirahatkan organ pencernaan. Tubuh akan terasa lebih ringan. Energi tubuh yang biasanya di alirkan ke pencernaan akan berfungsi untuk perbaikan dan penyembuhan tubuh.

– Manfaat Mental
Berpuasa menguatkan pikiran dan kemampuan will – power. Seperti halnya tubuh, dimana kita dapat menguatkannya dengan menambah tantangan fisik, kita juga dapat membuat pikiran bekerja dengan lebih baik dengan memberikan tantangan yang lebih berat pada pikiran. Berpuasa juga dapat meningkatkan konsentrasi dan kekuatan mental.
Manfaat Spiritual.

Saat tubuh dan pikiran tidak dikuasai oleh energi vibrasi dari makanan, maka tubuh dan fikiran akan lebih mudah terpusat pada hal – hal spiritual.

2. MENINGKATKAN INTELEGENSI

Ada anggapan berpuasa membuat orang lemas hingga orang berpuasa akan semakin malas berpikir atau dengan kata lain membuat orang semakin bodoh. Namun ternyata fakta itu tidak benar.

Menurut Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara, Prof Ahmad Fadil berpuasa sebenarnya membuat seseorang semakin cerdas. Hal itu diungkapkannya saat memberikan tausiyah pada acara buka puasa bersama di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution, Medan belum lama ini.

Menurut Ahmad Fadil, berdasarkan hasil penelitian, orang lapar orang lebih cerdas dibanding orang yang tidak lapar. “Itu mengapa orang yang tinggal di negerinya sendiri tidak lebih sukses dibanding yang merantau,” ujarnya.

Bagi perantau tantangan hidupnya lebih besar. Pada saat banyak tantangannya, otak akan bekerja lebih keras dan akan menjadi lebih cerdas. “Sehingga salah kalau berpendapat kalau puasa makin bodoh, sebenarnya kenyanglah yang membuat orang jadi bodoh, karena cenderung malas,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: