Skip navigation

Tiada TUHAN melainkan ALLAH. Sepengetahuan yang ada bahwa ini adalah KUNCI mengapa diturunkan nya para utusan (tiap-tiap umat AKU turunkan rosul).  Saya tidak mengkaji tentang ayat atau dzat, tapi sisi lain dalam penafsiran atau pemaknaan kata Tuhan yang berangkat dari pemikiran (logika) yang ringan-ringan saja (belum bisa kelas beratlah) 😎

Dari kalimat yang tercetak tebal di atas sering kali terucap, terdengar dan tertulis itu, kini nyaris kehilangan makna.  Sekarang sama-sama kita mengkaji sedikit, mudah-mudahan dapat menambah pencerahan yang cukup berarti bagi diri setidaknya sebagai tambah wawasan.

Saya cenderung berpendapat bahwa ALLAH sudah pasti TUHAN tapi TUHAN belum tentu ALLAH.  Kita tengok ke salah satu sejarah di zaman baginda Ibrahim as, tuhan mereka pada zamannya adalah patung-patung/berhala yang dipuja dan disembah.

Pada zaman sekarang masih ada berhala ? … saya serahkan jawabnnya pada anda.  Pemikiran dari tulisan ini saya angkat maksudnya adalah bahwa ada bagian-bagian kecil yang kedudukannya bisa sebagai TUHAN yang nyata dan itu tidak terasa kita sembah atau kita puja …. apa itu ? …. DIAlah HARTA ! dan apa itu HARTA ? … coba sama-sama kita lihat ilustrasi yang sederhana yang coba saya karang-karang sedikit …

Adalah dia seseorang yang baru merasakan sebagai pejabat bernama si AI (disingkat sebagai Anti Ibadah juga boleh)  :)  Awal mulanya dia seorang yang jujur, giat dan gigih. Dia tetap bertahan dengan keadaannya. Dia kuat, tegar dan istiqomah dengan konsep hidupnya “tidak banyak menuntut”.  Sekian lama berjalan maka singkat cerita si AI ini mulailah merasakan “energi-energi panas” dari lingkungannya terutama dari istri dan anak-anaknya. Yang intinya bahwa adalah “tidak wajar” kalo yang namanya penggede-penggede itu “kere”.  Singkatnya juga maka mulailah si AI ini makin tambah giat dan gigih dalam mencari kebutuhan2 sehari-harinya, ini disebabkan terutama karena rengekan-rengekan keluarganya.  Giat dan gigihnya semakin tambah tapi predikat “jujur” nya sudah ditinggal.  Sebentar saja penghidupnya  sudah terlihat glamor … borjuis … milyuner ! pokoke kokay ! 🙂

Dari perjalanan cerita diatas, coba kita simak .. (atau mungkin saya yang berlebihan) bahwa bagian dari makna HARTA-HARTA itu dapat juga termasuk adalah ANAK-ANAK, ISTRI, UANG dan JABATAN.   Bisa begitu ?  …. oleh karena bagian-bagian itu tanpa disadari, kedudukannya bisa berubah menjadi “diri” TUHAN.  Darinya hampir seluruhnya dituruti (untuk contoh perbuatan di atas),  lambat laun dapat bermakna sesuatu yang disembah.  Darinya tanpa disadari bagian-bagian itu dapat menciptakan “jalan pintas” sebagai pemungkar dan pelanggar.

Kajian ini tidak bermaksud menjadikan kita bersikap apatis dengan keluarga, uang atau jabatan.  Tapi  setelah kita tahu maka justru lebih siap dan terarah dalam mengatur/memanfaatkan mereka dan bagian-bagian itu sebagai pencerah dalam kehidupan dan kerohanian kita sehari-hari. Saya hanya dapat mengungkapkan bahwa mengaplikasikan La ilaha ilallah tidaklah semudah sebagaimana ucapan-ucapan saja.  ALLAH itu ESA mengaplikasikannya haruslah meniadakan ketergantungan dan keterikatan kepada  segala sesuatu dan MAKHLUK.  Harapan dari kajian ini juga adalah mudah-mudahan kita semakin mengenal bahwa kesombongan dan keangkuhan (riya’) adalah pakaian yang harus ditanggalkan. Karena pada hakekatnya kita adalah tetap MAKHLUK dan hanya tinggal  m – e – m – a – k – a – i.

ALLAH itu ESA bagaimana mungkin TERHIJAB dari yang lain”

(tapi kenyataannya ALLAH masih terhijab dari kita, karena URUSAN-URUSAN DUNIA yang berlebihan)

Saya berharap ada komen pencerahan yang menambah dari kawan-kawan …. ♥

Wass.

8 Comments

  1. Berhala sudah hijrah kedalam hati2 kita, bukan diluar tubuh lagi tapi sudah tawaf mengelilingi hati…
    Baik itu Harta, Tahta, Wanita maupun nafsu itu sendiri, membuat hati gelap dan kelam membatu, jauh dari rasa Allah, yang sejatinya hidup…adalah menjadi hamba-Nya semata…
    ___________
    yah .. begitu …, sampai2 … berharap pahalapun dapat mengotori qalbu.

    • ekapratiwi
    • Posted 28 Januari 2009 at 9:04 am
    • Permalink

    TUHAN KALO DIULANG DENGAN PEMENGGALAN SUKU KATA MENJADI HANTU
    TU HAN TU HAN TU HAN TU …… TERGANTUNG DIMANA TERAKHIR KITA MEMENGGAL SUKU KATA DAN DIMANA KITA MENGAWALI SUKU KATA TERSEBUT
    KALO KITA AWALI DENGAN TU DAN BERAKHIR DENGAN HAN MAKA AKAN TERDENGAN TUHAN DAN SEBALIKNYA KALO KITA AWALI DENGAN HAN DAN BERAKHIR TU MAKA TERDENGAN HANTU, KALO SAYA SUKA YANG BERAWAL TU DAB BERAKHIR TU ATAU SEBALIKNYA maka jadinya tu….hantu !
    ATAU hantu…han !

    • kangBoed
    • Posted 30 Januari 2009 at 9:06 am
    • Permalink

    Syahadat bukan hanya ucapan di mulut, baca syahadat maka kamu menjadi islam, islam apanya toh cuma bentuknya, tetapi pemahaman syahadat itulah islam, syahadat penyaksian akan Allah dan syahadat penyaksian akan manusia nah ini baru bener tercapailah tujuan penciptaan manusia, seluruh tatanan kehidupan akan berjalan dengan baik.
    Tuhan apa tuhan, jawabannya satu tanyakan kedalam hati nuranimu yang paling dalam. Dosa yang terbesar adalah syirik musyrik menyekutukan Allah, menjadikan Allah no 2 dihati kita masing masing, Mari kita diam sejenak merenung dan bertanya ke dalam hati kita yang paling dalam, saat ini Tuhan nomer berapa di hati kita, rumah, harta, istri, anak, jabatan, kehormatan atau tuhan tuhan yang lainnya yang menjadi nomer satu, ingat Dia cuma ingin dijadikan nomer satu bukan bikin repot tapi diingat dan dijadikan landasan ketika engkau mencintai yang lainnya, engkau cinta isterimu karena Allah, mencintai anakmu karen Allah, Dia inin menjadi nomer satu sebagai dasar gerak kita dalam Lillahitaalla 24 jam sehari dalam menjalani pusaran kehidupan, ingat dan ingat dan ingat itulah yang Dia minta.
    ________
    benar demikian … kang boed. ingat dalam bathin berarti ingat dalam perbuatan.

  2. Mas Memahami Sufi yg budiman
    Semoga Gusti Allah selalu memberikan berkah dan anugrah, kesehatan dan keselamatan, ketentraman dan kebahagiaan anda dan keluargas semua.

    Perkenankan saya ada pertanyaan dalam batin saya, ke mana-mana selama ini belum pernah mendapatkan jawaban yg memuaskan.

    Maaf Pertanyaan sy sangat sensitif, tetapi saya beranikan diri utk bertanya;

    dalam lafadz sahadat dalam bahasa arab “La illaha ilallah” ;
    kemudian di artikan dalam bahasa indonesia;
    “Tiada Tuhan, selain Allah”

    pertanyaan saya;
    1. apakah arti harfiah dari ; (La) illaha
    2. apakah arti harfiah dari ; (il) allah
    Pertanyaan pertama dalam pemahaman saya bermakna bahwa tuhan yg jamak (Gods) sedangkan yg kedua bermakna tuhan yg tunggal (God).

    Jika makna harfiah ini tdk salah, mengapa tdk ditranslate ke dalam bhs Indonesia menjadi;
    “tiada Tuhan (jamak) kecuali Tuhan (tunggal)”
    atau “tiada Allah (jamak) kecuali Allah (tunggal).

    Mengapa Depag RI mentranslate menjadi:
    Tiada Tuhan, melainkan (kecuali) Allah.
    Apakah perubahan bahasa ini tdk mempengaruhi esensi atau taste sesuai bahasa aslinya.

    mohon maaf bila petanyaan polos sy ini timbul penafsiran negatif, sungguh sy tak ada niat buruk apapun, semua ini benar2 kebodohan sy yang belum bisa memahami secara gamblang.

    salam taklim
    ____________
    -sangat riskan dan cukup sulit u/ dijawab karena benar2 sy tidak punya dasar luas ttg ilmu nahwu saraf. namun demikian mas sabda, sy tetap lebih suka dengan pola pikir yg sederhana, qt belajar dari apa yg telah ada. pelajaran yg paling pertama sekali adalah qt berusaha belajar mencintai agama qt dan belajar menghargai agama2 lain, ini dulu yg harus qt ajar ke dalam diri. hingga qt sadar qt ini berada dalam keyakinan yang mana, tdk bimbang siapa sebenarnya “sayyidina” (penghulu) qt. setelah qt sadar dan tahu maka seluruh pembahasan dan pelajaran hrs mengacu kepada sumber yang mana dan kepada siapa. jika melatih dan memiliki pola pikiran sprt itu maka insya allah dalam permasalahan apapun qt tdk akan dgn cepat “menunjuk” bahwa itu adlh “salah”, bahwa itu adlh “benar”.

    -la illaha ilallah adalah sebenar2nya pondasi dari ajaran beragama islam bahkan dari agama2 lain. hal ini dpt diketahui dari al-qur’an, misi pokok dari diturunkannya para rosul adalah menyampaikan risalah tentang ALLAH adalah TUHAN yang ESA. karena kesalahan yang fatal dalam beragama adalah syirik, yaitu pe”nyekutu”an allah dengan tuhan-tuhan yang lain. motivasi dalam setiap tindakan/pekerjaan sehari-hari adlh semata-mata karena allah. bukan karena sidia, sibos, siistri, sianak, simertua, siduit dlsb. qt memang hrs melatih u/ meniadakan “si”2 tadi. motivasi “karena allah” ini mungkin menjadi perkataan “basi” karena seringnya qt dengar. tapi itu tantangan qt u/ terus melatih diri, terus dan terus, mulai dari bangun sampai tidur. qt mengajak, mengontrol dan mengajar diri selalu sadar bahwa hati, pikiran, mata, telinga, ucap, tangan dan kaki adlh hrs berada dalam sifat gusti sang agung. GUSTI ALLAH. jika yg di dalamnya cahaya “emas” maka cahaya yang keluar dan menyelimuti “kerangkeng”nyapun harus cahaya “emas”.

    -sy tdk bisa menjawab pas u/ mas sabda, mengenai la illaha illah dari DepAg mengapa demikian. tp qt hrs sadari bahwa yg jelas penterjemah alqur’an dari DepAg itu adlah org2 yg terpilih dlm bidangnya. qt sebaiknya tdk melihat text tapi makna di dlm deretan text.

    -makna yg tersirat dari terjemahan tiada tuhan kecuali allah yg ada dlm pemikiran sy adalah bahwa ALLAH itu TUHAN, dan TUHAN itu belum tentu ALLAH. karena TUHAN itu bisa terkondisikan dengan makna “si”2 di alenia kedua di atas.

    -semoga qt terlepas dari urusan2/hal2 yg menjadikan hati terpecah belah dan kotor. udah pecah, belah kotor lagi ….:mrgreen:

  3. Salam rejahtera selalu.
    Saya bukanlah orang yg mengerti,hanyalah anak yg tak tau diri.
    ALLAH….
    TUHAN…
    BAPA…yg ada disurga
    HYANG WIDHI…
    Cobalah kita pejamkan mata.sebutkan dengan 1 rasa,tiada yg lebih dari-NYA.
    adakah luka,perih,atau sesak didada kita???
    untuk apa DIA meminta…
    mengapa DIA meminta…
    DIA maha segalanya,entah mengapa begitu naif kepalaku brfikir”sujud,ibadah,dan ingatku”berarti untuk-NYA…
    Hai tidak bgitu kawanku”dadaku berbisik”DIA(ALLAH,TUHAN,BAPA DISURGA,HYANG WIDHI)menyayangimu dengan memberi HIDUP,karna dg itu engkau boleh mengarungi kehidupan.
    DIA menyayangi,mencintaimu kawanku karna engkau telah diizinkan mengenyam manis gula serta asin garam kehidupan sobat,hanya DIA terlalu mencintaimu sehingga memberimu beribu jalan,beribu cara untuk menuntunmu pulang dan tidak tersesat kekasihku.aku tertegun dan kembali”dadaku berkata”renungkanlah itu anakku…DIA tidak membutuhkan mu,engkau lah yang membutuhkan-NYA.
    aku besimpuh dalam ada dan ketiadaan.aku menangis dan bahagia.aku menyadari kagungan -NYA,aku mengerti kerokhiman-NYA,aku tau keadilan-NYA.

    hingga akhirnya aku menemukan suatu mutiara lentera jiwa.”GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU(kepribadianmu yang asli)” sehingga brtemu dg ungkapan “DIMANA SAJA DAN KEPADA SIAPA SAJA MANUSIA HARUS BERSINAR LAKSANA SURYA”

    mohon maaf bila kurang berkenan dan terimakasih

  4. TUHAN>tuhu anane (bhs jawa)
    sungguh ke AGUNGANYA meliputi segenap alam dan rakhmat-NYA begitu besar kepada manusia hingga tercermin dalam ke-arif-an anda ,sungguh betapa kerdil diri ini memandang yg dibutakan oleh kabut pagi yg menerawang.sungguh mulia jiwa anda yang telah mampu memahami rakhmatp-NYA.
    Wasalam

  5. Mohon pencerahan.
    Jare wong biyen.kata bapak saya”tuhan iku anane nang abapmu le”(tuhan itu berada dinafasmu nak)?????

    • kangBoed
    • Posted 5 Mei 2009 at 8:30 am
    • Permalink

    Waaaah melamuuun lagi niiih dasaaar si botoool kosooong senengane melamun dongo OON sur OON

    Nafas adalah bukti dan saksinya HIDUP saksi dekatnya kehadiran ALLAH dalam sang diri ini…. Dalam setiap tarikan Nafas kita sejatinya mengalirlah Nafas Sang Maha Pengasih dan Penyayaaang… dari satu tarikan nafas… jantung kita bekerja memompa daraaah keseluruh tubuh meliputi dari ujung kaki sampai ujung kepala mengalirkan semua yang diolah menjadi energi sehingga kita bisa bergerak…….

    OOooo ternyata begitu pentingnya arti nafas… sehingga ketika kita terengah engah disuruh atur nafas… saat emosi disuruh tarik nafas dalam dalam…..

    Akhirnya hatiku bertanya dengan lembuuuuutnya : “Sudahkah engkau mensyukuri nikmat Allah yang pertama dan terutama dalam hiduuup ???… yayaya dalam setiap tarikan nafasmu terisi dengan pujian ucapan syukuuur… hmm…. Dalam duduk, berdiri, berjalan, tidur dan diam… Sungguh meliputi yaaa meliputi kehadiran kita disini… di panggung sandiwara ini..”

    Salam Sayang Saudaraku..


2 Trackbacks/Pingbacks

  1. By Comment on memahami Sufi « Kang Boed on 26 Apr 2009 at 3:04 pm

    […] 12:00:45 am on Januari 30, 2009 | # | 0 Comment on memahami Sufi […]

  2. By Misteri Nama KangBoed « KangBoed on 28 Apr 2009 at 12:48 am

    […] Tuhan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: