<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>memahami Sufi</title>
	<atom:link href="http://memahamisufi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://memahamisufi.wordpress.com</link>
	<description>berbagi pendapat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 09:51:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='memahamisufi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/9b220ae7c60bed71d7cd315d34057fba?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>memahami Sufi</title>
		<link>http://memahamisufi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://memahamisufi.wordpress.com/osd.xml" title="memahami Sufi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://memahamisufi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>bagian manfaat PUASA</title>
		<link>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/08/14/bagian-manfaat-puasa/</link>
		<comments>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/08/14/bagian-manfaat-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 09:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m@sJK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berserah Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ketaqwaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[benefit puasa]]></category>
		<category><![CDATA[faedah puasa]]></category>
		<category><![CDATA[kegunaan puasa]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://memahamisufi.wordpress.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[1. DETOKSIFIKASI Berpuasa adalah sebuah tindakan suka rela untuk tidak memakan apa pun untuk sementara waktu, yang telah dilakukan selama berabad-abad sebagai ibadah dalam agama serta merupakan terapi penyembuhan yang tertua dalam sejarah pengobatan manusia. Banyak ahli kesehatan yang menganjurkan praktek puasa dikarenakan puasa merupakan salah satu penyembuh alamiah yang terbaik (bahkan, binatang pun akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=memahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5311111&amp;post=449&amp;subd=memahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">1. DETOKSIFIKASI</p>
<p style="text-align:justify;">Berpuasa adalah sebuah tindakan suka rela untuk tidak memakan apa pun untuk sementara waktu, yang telah dilakukan selama berabad-abad sebagai ibadah dalam agama serta merupakan terapi penyembuhan yang tertua dalam sejarah pengobatan manusia. Banyak ahli kesehatan yang menganjurkan praktek puasa dikarenakan puasa merupakan salah satu penyembuh alamiah yang terbaik (bahkan, binatang pun akan ‘berpuasa’ saat mereka sakit, untuk mengeluarkan racun yang masuk ke dalam tubuhnya).</p>
<p style="text-align:justify;">Saat berpuasa, organ-organ pencernaan dapat beristirahat sepenuhnya dan tubuh pun diberikan kesempatan untuk membersihkan diri dari segala kotoran dan racun yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun (proses Detoksifikasi/Detoks).</p>
<p style="text-align:justify;">Secara tidak sadar, kita telah melakukan ritual puasa setiap hari. Saat kita tidur, sebenarnya kita sedang berpuasa hingga pagi harinya (ini pula yang mendasari istilah makan pagi dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan sebagai breakfast atau berbuka puasa). Dengan berpuasa, kita mengalihkan energi yang biasanya kita pergunakan untuk mencerna makanan ke arah otak, dan meningkatkan kemampuan otak untuk berkonsentrasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada banyak cara untuk berpuasa, termasuk diantaranya berpuasa selama 30 atau 40 hari penuh, seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad, Nabi Isa, Nabi Musa. Dengan berpuasa, kita akan meraih manfaat menyeluruh secara fisik, mental, dan spiritual, diantaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">- Manfaat Fisik<br />
Berpuasa akan mengistirahatkan organ pencernaan. Tubuh akan terasa lebih ringan. Energi tubuh yang biasanya di alirkan ke pencernaan akan berfungsi untuk perbaikan dan penyembuhan tubuh.</p>
<p style="text-align:justify;">- Manfaat Mental<br />
Berpuasa menguatkan pikiran dan kemampuan will – power. Seperti halnya tubuh, dimana kita dapat menguatkannya dengan menambah tantangan fisik, kita juga dapat membuat pikiran bekerja dengan lebih baik dengan memberikan tantangan yang lebih berat pada pikiran. Berpuasa juga dapat meningkatkan konsentrasi dan kekuatan mental.<br />
Manfaat Spiritual.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat tubuh dan pikiran tidak dikuasai oleh energi vibrasi dari makanan, maka tubuh dan fikiran akan lebih mudah terpusat pada hal – hal spiritual.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-449"></span></p>
<p style="text-align:justify;">2. MENINGKATKAN INTELEGENSI</p>
<p style="text-align:justify;">Ada anggapan berpuasa membuat orang lemas hingga orang berpuasa akan semakin malas berpikir atau dengan kata lain membuat orang semakin bodoh. Namun ternyata fakta itu tidak benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara, Prof Ahmad Fadil berpuasa sebenarnya membuat seseorang semakin cerdas. Hal itu diungkapkannya saat memberikan tausiyah pada acara buka puasa bersama di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution, Medan belum lama ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Ahmad Fadil, berdasarkan hasil penelitian, orang lapar orang lebih cerdas dibanding orang yang tidak lapar. &#8220;Itu mengapa orang yang tinggal di negerinya sendiri tidak lebih sukses dibanding yang merantau,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi perantau tantangan hidupnya lebih besar. Pada saat banyak tantangannya, otak akan bekerja lebih keras dan akan menjadi lebih cerdas. &#8220;Sehingga salah kalau berpendapat kalau puasa makin bodoh, sebenarnya kenyanglah yang membuat orang jadi bodoh, karena cenderung malas,&#8221; ungkapnya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/berserah-diri/'>Berserah Diri</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/ketaqwaan/'>ketaqwaan</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/pemikiran/'>Pemikiran</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/puasa/'>puasa</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/religion/'>Religion</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/tauhid/'>Tauhid</a> Tagged: <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/benefit-puasa/'>benefit puasa</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/faedah-puasa/'>faedah puasa</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/kegunaan-puasa/'>kegunaan puasa</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/manfaat-puasa/'>manfaat puasa</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/puasa/'>puasa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/memahamisufi.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/memahamisufi.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/memahamisufi.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/memahamisufi.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/memahamisufi.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/memahamisufi.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/memahamisufi.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/memahamisufi.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/memahamisufi.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/memahamisufi.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/memahamisufi.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/memahamisufi.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/memahamisufi.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/memahamisufi.wordpress.com/449/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=memahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5311111&amp;post=449&amp;subd=memahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/08/14/bagian-manfaat-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f28616257797209661aa8f63be08033c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mas_JK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stephen Hawking &#8211; Ilmuan ?</title>
		<link>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/05/21/stephen-hawking/</link>
		<comments>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/05/21/stephen-hawking/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 11:41:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m@sJK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apresiasi Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat cerita bohong]]></category>
		<category><![CDATA[stephen hawking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://memahamisufi.wordpress.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Hawking mengatakan kepercayaan mengenai surga atau kehidupan setelah mati adalah “cerita bohong” bagi orang-orang yang takut mati. Sebagai penegasan penolakannya terhadap nilai keagamaan, ilmuwan paling terkenal asal Inggris ini mengatakan tidak ada masa setelah otak kita berhenti bekerja. “Saya mengibaratkan otak sebagai sebuah komputer yang akan berhenti ketika komponennya rusak. Tidak ada surga atau kehidupan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=memahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5311111&amp;post=437&amp;subd=memahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="rada_stress_n_menjurus_gokil" src="http://anekagratisan.files.wordpress.com/2011/05/radastress_n_gokil.jpg?w=274&#038;h=156" alt="" width="274" height="156" />Hawking mengatakan kepercayaan mengenai surga atau kehidupan setelah mati adalah “cerita bohong” bagi orang-orang yang takut mati.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai penegasan penolakannya terhadap nilai keagamaan, ilmuwan paling terkenal asal Inggris ini mengatakan tidak ada masa setelah otak kita berhenti bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">“Saya mengibaratkan otak sebagai sebuah komputer yang akan berhenti ketika komponennya rusak. Tidak ada surga atau kehidupan setelah mati bagi komputer-komputer yang rusak. Itu hanya cerita bohong bagi orang yang takut kegelapan,” tambahnya.</p>
<p>———————</p>
<p style="text-align:justify;">Kawan … berbagai pendapat dan kejadian seperti di atas tidak perlu diri kita menjadi gusar, karena semuanya telah di abadikan di dlm Al-Qur’an. Penentangan dan kemungkaran di perlihatkan kepada hamba2-Nya yang sholeh dan sholeha sebagai kajian dan keIMANan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kawan pasti sudah hafal kemungkaran satu kaum yang di abadikan pada zaman nabi yang terdahulu .. dan yang teramat jelas adalah ketika mereka berkata pada rasulnya : “kami tidak percaya ALLAH sampai kamu memperlihatkannya kepada kami !” (begitu kira2 substansi isinya). ini sebenarnya memperlihatkan ke”terbatas”an sebagai seorang manusia seperti halnya zaman sekarang yaitu manusia-manusia ORIENTALIS dan RASIONALIS, mereka berpedoman pada substansi MATERI belaka.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-437"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dan kawan pasti ingat perkataan yang diabadikan pula tentang pertanyaan MALAIKAT sebagai bentuk keheranan mereka .. “ya ALLAH mengapa ENGKAU jadikan MANUSIA yang jelas banyak pertumpahan darah sebagai KHALIFAH-MU di bumi” … dan ALLAH berfirman ” sesungguhnya AKU lebih mengeTAHUi apa-apa yang tidak kalian keTAHUi”. Pemikiran mudahnya adalah bahwa para MALAIKAT yang demikian dekat-Nya tidak memiliki pengetahuan tentang ILMU ALLAH apalagi mereka si manusia orientalis dan rasionalis yang sebenernya bau amis ! &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Kawan pasti lebih banyak referensi berbagai hikayat yang diabadikan dalam Al-Qur’an tentang berbagai peristiwa dan kejadian bagaimana ALLAH yang GHOFURurrahim memperlihatkan tanda-tanda keBESARan-Nya. Dan itu semua sesungguhnya adalah sebagai buah kasih sayang ALLAH kepada manusia agar manusia lepas dari keLALAIannya sendiri. Jangan sampai kita masuk dalam kerajaan sang IBLIS yang bertuhan dengan keSOMBONGannya sampai KIAMAT. Dan kenyataannya tidak sedikit yang betetap dalam keMUNGKARan mengikuti jejaknya .. nauzubillah.</p>
<p style="text-align:justify;">Hidupkan TAUHID kita kawan .. karena dengan kemurnian TAUHID kemungkaran2 seperti itu dapat kita BUNUH tanpa dengan jalan pertumpahan darah. Karena sesungguhnya bisa jadi kita suatu saatpun dapat seperti mereka (kaum orientalis dan rasionalis), karena pada dasarnya MANUSIA tercipta sama !. semuanya pada dasarnya memiliki sifat keMUNGKARan !. Sekarang kita lihat pada bagian surat As-Syam ..”di dalam penyempurnaan .. AKU mengILHAMkan pada jiwa dengan 2 (dua) jalan, jalan keFUJURan dan keTAQWAan” … jadi di dalam DIRI seperti ada 2 (dua) keRAJAan ; 1. kerajaan IBLIS (keFUJURan) dan 2. kerajaan ALLAH (keTAQWAan) .. sekarang mana yang diPILIH.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-Mudahan tidak banyak terpengaruh dalam keIMANan kita dikarenakan pengungkapan gaya pikir si ORIENTALIS dan RASIONALIS.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuatkan TAUHID, karena dengan TAUHID di dalam diri dapat membunuh keMUNGKARan tanpa menumpahkan darah saudara2 kita.</p>
<p>Bagaimana menurut kawan ? …..</p>
<br />Filed under: <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/apresiasi-pemikiran/'>Apresiasi Pemikiran</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/pemikiran/'>Pemikiran</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/religion/'>Religion</a> Tagged: <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/kiamat/'>kiamat</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/kiamat-cerita-bohong/'>kiamat cerita bohong</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/stephen-hawking/'>stephen hawking</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/memahamisufi.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/memahamisufi.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/memahamisufi.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/memahamisufi.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/memahamisufi.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/memahamisufi.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/memahamisufi.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/memahamisufi.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/memahamisufi.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/memahamisufi.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/memahamisufi.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/memahamisufi.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/memahamisufi.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/memahamisufi.wordpress.com/437/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=memahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5311111&amp;post=437&amp;subd=memahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/05/21/stephen-hawking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f28616257797209661aa8f63be08033c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mas_JK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anekagratisan.files.wordpress.com/2011/05/radastress_n_gokil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rada_stress_n_menjurus_gokil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALLAH yang Mengatur</title>
		<link>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/04/23/tidak-lepas-dari-izin-nya/</link>
		<comments>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/04/23/tidak-lepas-dari-izin-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2011 20:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m@sJK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apresiasi Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Aslim]]></category>
		<category><![CDATA[Berserah Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Referensi Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Ruh dan Nafs]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[ALLAH]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu dan Kekuasaan-Nya]]></category>
		<category><![CDATA[segalanya dengan Izin-Nya]]></category>
		<category><![CDATA[semuanya dalam Ilmu dan Kekuasaan-Nya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://memahamisufi.wordpress.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[TENANGKAN HATIMU DARI URUSAN TADBIR KARENA APA YANG DIATUR OLEH SELAIN-MU TENTANG URUSAN DIRIMU, TIDAK PERLU ENGKAU CAMPUR TANGAN. Kita bertauhid melalui dua cara, pertama bertauhid dengan akal dan keduanya bertauhid dengan hati. Bidang akal ialah ilmu dan liputan ilmu sangat luas, bermula dari pokok kepada dahan-dahan dan seterusnya kepada ranting-ranting. Setiap ranting ada hujungnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=memahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5311111&amp;post=429&amp;subd=memahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-430" title="" src="http://memahamisufi.files.wordpress.com/2011/04/melangkahlagi.jpg?w=510" alt=""   />TENANGKAN HATIMU DARI URUSAN TADBIR KARENA APA YANG DIATUR OLEH SELAIN-MU TENTANG URUSAN DIRIMU, TIDAK PERLU ENGKAU CAMPUR TANGAN.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita bertauhid melalui dua cara, pertama bertauhid dengan akal dan keduanya bertauhid dengan hati. Bidang akal ialah ilmu dan liputan ilmu sangat luas, bermula dari pokok kepada dahan-dahan dan seterusnya kepada ranting-ranting. Setiap ranting ada hujungnya, yaitu penyeleaiannya. Ilmu bersepakat pada perkara pokok, bertolak ansur pada cabangnya dan berselisih pada rantingnya atau penyelesaiannya. Jawaban kepada sesuatu masalah seringkali berubah-ubah menurut pendapat baharu yang ditemui. Apa yang dianggap benar pada mulanya dipersalahkan pada akhirnya. Oleh sebab sifat ilmu yang demikian orang awam yang berlarutan membahas tentang sesuatu perkara boleh mengalami kekeliruan dan kekacauan fikiran. Salah satu perkara yang mudah mengganggu fikiran ialah soal takdir atau Qadak dan Qadar. Jika persoalan ini diperbahaskan hingga kepada yang halus-halus seseorang akan menemui kebuntuan karena ilmu tidak mampu mengadakan jawaban yang konkrit. Qadak dan Qadar diimani dengan hati. Tugas ilmu ialah membuktikan kebenaran apa yang diimani. Jika ilmu bertindak menggoyangkan keimanan maka ilmu itu harus disekat dan hati dibawa kepada tunduk dengan iman. Jadi kita harus membimbing diri ke arah itu agar iman tidak dicampur dengan keraguan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-429"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Selama nafsu dan akal menjadi hijab, beriman kepada perkara ghaib dan menyerah diri secara menyeluruh tidak akan dicapai. Qadak dan Qadar termasuk dalam perkara ghaib. Perkara ghaib disaksikan dengan mata hati atau basirah. Mata hati tidak dapat memandang jika hati dibungkus oleh hijab nafsu. Nafsu adalah kegelapan, bukan kegelapan yang zahir tetapi kegelapan dalam keghaiban. Kegelapan nafsu itu menghijab sedangkan mata hati memerlukan cahaya ghaib untuk melihat perkara ghaib. Cahaya ghaib yang menerangi alam ghaib adalah cahaya roh karena roh adalah urusan Allah s.w.t. Cahaya atau nur hanya bersinar apabila sesuatu itu ada perkaitan dengan Allah s.w.t.</p>
<p>Allah adalah cahaya bagi semua langit dan bumi. (<strong>Ayat 35 : Surah an-Nur</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dialah Yang Maha Tinggi darjat kebesaran-Nya, yang mempunyai Arasy (yang melambangkan keagungan dan kekuasaan-Nya); Ia memberikan wahyu darihal perintah-Nya kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya (yang telah dipilih menjadi Rasul-Nya), supaya Ia memberi amaran (kepada manusia) tentang hari pertemuan, &#8211; (<strong>Ayat 15 : Surah al-Mu’min</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (wahai Muhammad) – Al-Quran sebagai roh (yang menghidupkan hati) dengan perintah Kami; engkau tidak pernah mengetahui (sebelum diwahyukan kepadamu); apakah Kitab (Al-Quran) itu dan tidak juga mengetahui apakah iman itu; akan tetapi Kami jadikan Al-Quran: cahaya yang menerangi, Kami beri petunjuk dengannya sesiapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) adalah memberi petunjuk dengan Al-Quran itu ke jalan yang lurus, &#8211; Yaitu jalan Allah yang memiliki dan menguasai yang ada di langit dan yang ada di bumi. Kepada Allah jualah kembali segala urusan. (<strong>Ayat 52 &amp; 53 : Surah asy-Syura</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila cahaya roh berjaya menghalau kegelapan nafsu, mata hati akan menyaksikan yang ghaib. Penyaksian mata hati membawa hati beriman kepada perkara ghaib dengan sebenar-benarnya.</p>
<p>Allah s.w.t telah menghamparkan jalan yang lurus kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Dalam firman-Nya :</p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kamu, dan Aku telah ridokan Islam itu menjadi agama untuk kamu. (<strong>Ayat 3 : Surah al-Maa’idah</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Umat Islam adalah umat yang paling bertuah karena Allah s.w.t telah menyempurnakan nikmat-Nya ke atas mereka dengan mengurniakan Islam. Allah s.w.t menjamin juga bahwa Dia reda menerima Islam sebagai agama mereka. Jaminan Allah s.w.t itu sudah cukup bagi mereka yang menuntut keredaan Allah s.w.t untuk tidak menoleh ke kiri atau ke kanan, sebaliknya terus berjalan mengikut landasan yang telah dibina oleh Islam. Islam adalah perlembagaan yang lengkap mencakupi semua aspek kehidupan baik yang zahir mahupun yang batin. Islam telah menjelaskan apa yang mesti dibuat, apa yang mesti tidak dibuat, bagaimana mahu bertindak menghadapi sesuatu dan bagaimana jika tidak mahu melakukan apa-apa. Segala peraturan dan kode etika sudah dijelaskan dari perkara yang paling kecil hingga kepada yang paling besar. Sudah dijelaskan cara beribadat, cara berhubungan sesama manusia, cara membagikan harta pusaka, cara mencari dan membelanjakan harta, cara makan, cara minum, cara berjalan, cara mandi, cara memasuki jamban, cara hukum qisas cara melakukan hubungan kelamin, cara menyempurnakan mayat dan semua aspek kehidupan diterangkan dengan jelas.</p>
<p style="text-align:justify;">Umat Islam tidak perlu bertengkar tentang penyelesaian terhadap sesuatu masalah. Segala penyelesaian telah dibentangkan, hanya tegakkan iman dan rujuk kepada Islam itu sendiri nescaya segala pertanyaan akan terjawab. Begitulah besarnya nikmat yang dikurniakan kepada umat Islam. Kita perlulah menjiwai Islam untuk merasai nikmat yang dikurniakan itu. Kewajiban kita ialah melakukan apa yang telah Allah s.w.t aturkan sementara hak mengatur atau mentadbir adalah hak Allah s.w.t yang mutlak. Jika terdapat peraturan Allah s.w.t yang tidak dipersetujui oleh nafsu kita, jangan pula melentur peraturan tersebut atau membuat peraturan baharu, sebaliknya nafsu hendaklah ditekan supaya tunduk kepada peraturan Allah s.w.t. Jika pendapat akal sesuai dengan Islam maka yakinilah akan kebenaran pendapat tersebut, dan jika penemuan akal bercanggah dengan Islam maka akuilah bahwa akal telah tersilap di dalam perkiraannya. Jangan memaksa Islam supaya tunduk kepada akal semasa yang akan berubah pada masa yang lain, tetapi tundukkan akal kepada apa yang Tuhan kata yang kebenarannya tidak akan berubah sampai bila-bila.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang mengamalkan tuntutan Islam disertai dengan beriman kepada Qadak dan Qadar, jiwanya akan sentiasa tenang dan damai. Putaran roda kehidupan tidak membolak-balikkan hatinya karena dia melihat apa yang berlaku adalah menurut apa yang mesti berlaku. Dia pula mengamalkan aturan yang terbaik dan dijamin oleh Allah s.w.t. Hatinya tunduk kepada hakikat bahwa Allah s.w.t yang mentadbir sementara sekalian hamba berkewajiban taat kepada-Nya, tidak perlu masuk campur dalam urusan-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin timbul pertanyaan apakah orang Islam tidak boleh menggunakan akal fikiran, tidak boleh mentadbir kehidupannya dan tidak boleh berusaha membaiki kehidupannya? Apakah orang Islam mesti menyerah bulat-bulat kepada takdir tanpa tadbir ?</p>
<p>Allah s.w.t menceritakan tentang tadbir orang yang beriman:</p>
<p style="text-align:justify;">Maka Yusuf pun mulailah memeriksa tempat-tempat barang mereka, sebelum memeriksa tempat barang saudara kandungnya (Bunyamin), kemudian ia mengeluarkan benda yang hilang itu dari tempat simpanan barang saudara kandungnya. Demikianlah Kami jayakan rancangan untuk (menyampaikan hajat) Yusuf. Tidaklah ia akan dapat mengambil saudara kandungnya menurut undang-undang raja, kecuali jika dikehendaki oleh Allah. (Dengan ilmu pengetahuan), Kami tinggikan pangkat kedudukan sesiapa yang Kami kehendaki; dan tiap-tiap yang berilmu pengetahuan, ada lagi di atasnya yang lebih mengetahui. (<strong>Ayat 76 : Surah Yusuf</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kepunyaan-Nya jualah kapal-kapal yang berlayar di lautan laksana gunung-ganang. (<strong>Ayat 24 : Surah ar-Rahmaan</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Yusuf a.s, dengan kepandaiannya, mengadakan muslihat untuk membawa saudaranya, Bunyamin, tinggal dengannya. Kepandaian dan muslihat yang pada zahirnya diatur oleh Nabi Yusuf a.s tetapi dengan tegas Allah s.w.t mengatakan Dia yang mengatur muslihat tersebut dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya. Kapal yang pada zahirnya dibina oleh manusia tetapi dengan tegas Allah s.w.t mengatakan kapal itu adalah kepunyaan-Nya. Ayat-ayat di atas memberi pengajaran mengenai tadbir yang dilakukan oleh manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah s.a.w sendiri menganjurkan agar pengikut-pengikut baginda s.a.w mentadbir kehidupan mereka. Tadbir yang disarankan oleh Rasulullah s.a.w ialah tadbir yang tidak memutuskan hubungan dengan Allah s.w.t, tidak beranjak dari tawakal dan penyerahan kepada Tuhan yang mengatur pentadbiran dan perlaksanaan. Janganlah seseorang menyangka apabila dia menggunakan otaknya untuk berfikir maka otak itu berfungsi dengan sendiri tanpa tadbir Ilahi. Dari mana datangnya ilham yang diperoleh oleh otak itu jika tidak dari Tuhan? Allah s.w.t yang membuat otak, membuatnya berfungsi dan Dia juga yang mendatangkan buah fikiran kepada otak itu. Tadbir yang dianjurkan oleh Rasulullah s.a.w ialah tadbir yang sesuai dengan al-Quran dan as-Sunah. Islam hendaklah dijadikan penapis untuk mengasingkan pendapat dan tindakan yang benar dari yang salah. Islam menegaskan bahwa sekiranya tidak karena daya dan upaya dari Allah s.w.t, pasti tidak ada apa yang dapat dilakukan oleh sesiapa pun. Oleh yang demikian seseorang mestilah menggunakan daya dan upaya yang dikurniakan Allah s.w.t kepadanya menurut keredaan Allah s.w.t. Seseorang hamba Allah s.w.t tidak sepatutnya melepaskan diri dari penyerahan kepada Allah Yang Maha Mengatur. Apabila apa yang diaturkannya berjaya menjadi kenyataan maka dia akui bahwa kejayaan itu adalah karena persesuaian aturannya dengan aturan Allah s.w.t. Jika apa yang diaturkannya tidak menjadi, diakuinya bahwa aturannya wajib tunduk kepada aturan Allah s.w.t dan tidak menjadi itu juga termasuk di dalam tadbir Allah s.w.t. Hanya Allah s.w.t yang berhak untuk menentukan. Allah s.w.t Berdiri Dengan Sendiri, tidak ada sesiapa yang mampu campur tangan dalam urusan-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah2an bermanfa&#8217;at. amin.</p>
<br />Filed under: <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/apresiasi-pemikiran/'>Apresiasi Pemikiran</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/aslim/'>Aslim</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/berserah-diri/'>Berserah Diri</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/referensi-sufi/'>Referensi Sufi</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/religion/'>Religion</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/ruh-dan-nafs/'>Ruh dan Nafs</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/tauhid/'>Tauhid</a> Tagged: <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/allah/'>ALLAH</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/ilmu-dan-kekuasaan-nya/'>Ilmu dan Kekuasaan-Nya</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/segalanya-dengan-izin-nya/'>segalanya dengan Izin-Nya</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/semuanya-dalam-ilmu-dan-kekuasaan-nya/'>semuanya dalam Ilmu dan Kekuasaan-Nya</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/memahamisufi.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/memahamisufi.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/memahamisufi.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/memahamisufi.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/memahamisufi.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/memahamisufi.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/memahamisufi.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/memahamisufi.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/memahamisufi.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/memahamisufi.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/memahamisufi.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/memahamisufi.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/memahamisufi.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/memahamisufi.wordpress.com/429/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=memahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5311111&amp;post=429&amp;subd=memahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/04/23/tidak-lepas-dari-izin-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f28616257797209661aa8f63be08033c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mas_JK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://memahamisufi.files.wordpress.com/2011/04/melangkahlagi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bagian dari Hijab</title>
		<link>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/03/31/hijab/</link>
		<comments>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/03/31/hijab/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 12:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m@sJK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apresiasi Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Aslim]]></category>
		<category><![CDATA[Berserah Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ketaqwaan]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[aslim]]></category>
		<category><![CDATA[berserah diri]]></category>
		<category><![CDATA[cinta allah]]></category>
		<category><![CDATA[hakekat hijab]]></category>
		<category><![CDATA[hakekat ma'rifullah]]></category>
		<category><![CDATA[Hijab]]></category>
		<category><![CDATA[ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[ma'rifatullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://memahamisufi.wordpress.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[-BAGAIMANA HATI AKAN DAPAT DISINARI SEDANGKAN GAMBAR-GAMBAR ALAM MAYA MELEKAT PADA CERMINNYA, -ATAU BAGAIMANA MUNGKIN  BERJALAN KEPADA ALLAH S.W.T SEDANGKAN DIA MASIH DIBELENGGU OLEH SYAHWATNYA, -ATAU BAGAIMANA AKAN MASUK KE HADRAT ALLAH S.W.T SEDANGKAN DIA MASIH BELUM SUCI DARI JUNUB KELALAIANNYA, -ATAU BAGAIMANA MENGHARAP UNTUK MENGERTI RAHASIA-RAHASIA YANG HALUS SEDANGKAN DIA BELUM TAUBAT DARI DOSANYA [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=memahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5311111&amp;post=423&amp;subd=memahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-424" title="salin rasa" src="http://memahamisufi.files.wordpress.com/2011/03/tahap_metu.jpg?w=131&#038;h=167" alt="" width="131" height="167" />-BAGAIMANA HATI AKAN DAPAT DISINARI SEDANGKAN GAMBAR-GAMBAR ALAM MAYA MELEKAT PADA CERMINNYA,<br />
-ATAU BAGAIMANA MUNGKIN  BERJALAN KEPADA ALLAH S.W.T SEDANGKAN DIA MASIH DIBELENGGU OLEH SYAHWATNYA,<br />
-ATAU BAGAIMANA AKAN MASUK KE HADRAT ALLAH S.W.T SEDANGKAN DIA MASIH BELUM SUCI DARI JUNUB KELALAIANNYA,<br />
-ATAU BAGAIMANA MENGHARAP UNTUK MENGERTI RAHASIA-RAHASIA YANG HALUS SEDANGKAN DIA BELUM TAUBAT DARI DOSANYA (KELALAIAN, KEKELIRUAN DAN KESALAHAN).</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Diri manusia  tersusun daripada anasir tanah, air, api dan angin. Ia juga diresapi oleh unsur-unsur alam seperti tumbuh-tumbuhan, haiwan, syaitan dan malaikat. Tiap-tiap anasir dan unsur itu menarik hati kepada diri masing-masing. Tarik menarik itu akan menimbulkan kekacauan di dalam hati. Kekacauan itu pula menyebabkan hati menjadi keruh. Hati yang keruh tidak dapat menerima sinaran nur yang melahirkan iman dan tauhid.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengobati kekacauan hati adalah penting untuk membukakannya bagi menerima maklumat dari Alam Malakut. Hati yang kacau itu boleh distabilkan dengan cara menundukkan semua anasir dan unsur tadi kepada syariat. Syariat menjadi tali yang dapat mengikat musuh-musuh yang menawan hati. Penting bagi seorang murid yang menjalani jalan kerohanian menjadikan syariat sebagai payung yang mengharmonikan perjalanan anasir-anasir dan daya-daya yang menyerap ke dalam diri agar cermin hatinya bebas daripada gambar-gambar alam maya. Bila cermin hati sudah bebas daripada gambar-gambar dan tarikan tersebut, hati jauh lebih mudah menghadap ke Hadrat Ilahi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-423"></span>Selain tarikan benda-benda alam, hati boleh juga tunduk kepada syahwat. Syahwat bukan saja rangsangan hawa nafsu yang rendah. Semua bentuk kehendak diri sendiri yang berlawanan dengan kehendak Allah s.w.t adalah syahwat. Kerja syahwat adalah mengajak manusia supaya lari dari hukum dan peraturan Allah s.w.t serta membangkang takdir Ilahi. Syahwat membuat manusia tidak ridha dengan keputusan Allah s.w.t. Seseorang yang ingin menuju Allah s.w.t perlulah melepaskan dirinya dari belenggu syahwat dan kehendak diri sendiri, lalu masuk ke dalam benteng aslim yaitu berserah diri kepada Allah s.w.t dan ridha dengan takdir-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perkara kelalaian ini kalau boleh diistilahkan adalah sebagai junub batin. Orang yang berjunub adalah tidak suci dan dilarang melakukan ibadat atau memasuki masjid. Orang yang berjunub batin sama bermakna yang menghambat untuk memasuki Hadrat Ilahi. Orang yang di dalam junub batin yaitu lalai hati, kedudukannya seperti orang yang berjunub zahir, di mana amal ibadatnya tidak diterima. Allah s.w.t mengancam untuk mencampakkan orang yang bersembahyang dengan lalai (dalam keadaan berjunub batin)  ke dalam neraka wil. Begitu hebat sekali ancaman Allah s.w.t kepada orang yang menghadap-Nya dengan hati yang lalai.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa begitu hebat sekali ancaman Allah s.w.t kepada orang yang lalai? Bayangkan hati itu berupa dan berbentuk seperti rupa dan bentuk kita yang zahir.  Hati yang khusyuk adalah umpama orang yang menghadap Allah s.w.t dengan mukanya, duduk dengan tertib, bercakap dengan sopan santun dan tidak berani mengangkat kepala di hadapan Maharaja Yang Maha Agung. Hati yang lalai pula adalah umpama orang yang menghadap dengan belakangnya, duduk secara biadab, bertutur kata tidak tentu ujung pangkal dan kelakuannya sangat tidak bersopan. Perbuatan demikian adalah satu penghinaan terhadap martabat ketuhanan Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi. Jika raja didunia murka dengan perbuatan demikian maka Raja kepada sekalian raja-raja lebih berhak melemparkan kemurkaan-Nya kepada hamba yang biadab itu dan layaklah jika si hamba yang demikian dicampakkan ke dalam neraka wil. Hanya hamba yang khusyuk, yang tahu bersopan santun di hadapan Tuhannya dan mengagungkan Tuhannya yang layak masuk ke Hadrat-Nya, sementara hamba yang lalai, tidak tahu bersopan santun tidak layak mendekati-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Persoalan dosa-dosa yang belum ditebus dengan taubat. Ia menghalang seseorang daripada memahami rahasia-rahasia yang halus-halus. Pintu kepada Perbendaharaan Allah s.w.t yang tersembunyi adalah taubat ! Orang yang telah menyuci-bersihkan hatinya hanya mampu berdiri di luar pintu Rahasia Allah s.w.t selagi dia belum bertaubat, samalah seperti orang yang mati syahid yang belum menjelaskan hutangnya terpaksa menunggu di luar syurga. Jika dia ingin masuk ke dalam Perbendaharaan Allah s.w.t yang tersembunyi yang mengandung rahasia yang halus-halus wajiblah bertaubat.</p>
<p style="text-align:justify;">Taubat itu sendiri merupakan rahasia yang halus. Orang yang tidak memahami rahasia taubat tidak akan mengerti mengapa Rasulullah s.a.w yang tidak pernah melakukan dosa masih juga memohon keampunan sedangkan sekalipun baginda s.a.w  berdosa semuanya diampunkan Allah s.w.t. Adakah Rasulullah s.a.w tidak yakin bahwa Allah s.w.t mengampunkan semua dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan baginda s.a.w (jika ada)?</p>
<p style="text-align:justify;">Maksud taubat ialah kembali, yaitu kembali kepada Allah s.w.t. Orang yang melakukan dosa tercampak jauh daripada Allah s.w.t. Walaupun orang ini sudah berhenti melakukan dosa malah dia sudah melakukan amal ibadat dengan banyaknya namun, tanpa taubat dia tetap tinggal berjauhan dari Allah s.w.t. Dia telah masuk ke dalam golongan hamba yang melakukan amal salih tetapi yang berjauhan bukan berdekatan dengan Allah s.w.t. Taubat yang lebih halus ialah pengayatan kalimat :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kami datang dari Allah s.w.t dan kepada Allah s.w.t kami kembali.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Segala sesuatu datangnya dari Allah s.w.t, baik kehendak inginpun perbuatan kita. Sumber yang mendatangkan segala sesuatu adalah Uluhiyah (Tuhan) dan yang menerimanya adalah ubudiyah (hamba). Apa saja yang dari Uluhiyah adalah sempurna dan apa saja yang terbit dari ubudiyah adalah tidak sempurna. Uluhiyah membekalkan kesempurnaan tetapi ubudiyah tidak dapat melaksanakan kesempurnaan itu. Jadi, ubudiyah berkewajipan mengembalikan kesempurnaan itu kepada Uluhiyah dengan memohon keampunan dan bertaubat sebagai menampung kecacatan. Segala urusan dikembalikan kepada Allah s.w.t. Semakin tinggi makrifat seseorang hamba semakin kuat ubudiyahnya dan semakin kerap dia memohon keampunan dari Allah s.w.t, mengembalikan setiap urusan kepada Allah s.w.t, sumber datangnya segala urusan.<br />
Apabila hamba mengembalikan urusannya kepada Allah s.w.t maka Allah s.w.t sendiri yang akan mengajarkan Ilmu-Nya yang halus-halus agar kehendak hamba itu sesuai dengan Iradat Allah s.w.t, kuasa hamba sesuai dengan Kudrat Allah s.w.t, hidup hamba sesuai dengan Hayat Allah s.w.t dan pengetahuan hamba sesuai dengan Ilmu Allah s.w.t, dengan itu jadilah hamba mendengar karena Sama’ Allah s.w.t, melihat karena Basar Allah s.w.t dan berkata-kata karena Kalam Allah s.w.t. Apabila semuanya berkumpul pada seorang hamba maka jadilah hamba itu Insan Sirullah (Rahasia Allah s.w.t).</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga bermanfa’at. Amin.</p>
<p>﻿</p>
<br />Filed under: <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/apresiasi-pemikiran/'>Apresiasi Pemikiran</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/aslim/'>Aslim</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/berserah-diri/'>Berserah Diri</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/ketaqwaan/'>ketaqwaan</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/marifatullah/'>Ma'rifatullah</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/religion/'>Religion</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/tauhid/'>Tauhid</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/tentang-marifat/'>tentang Ma'rifat</a> Tagged: <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/aslim-2/'>aslim</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/berserah-diri-2/'>berserah diri</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/cinta-allah/'>cinta allah</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/hakekat-hijab/'>hakekat hijab</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/hakekat-marifullah/'>hakekat ma'rifullah</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/hijab/'>Hijab</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/marifat/'>ma'rifat</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/tag/marifatullah-2/'>ma'rifatullah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/memahamisufi.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/memahamisufi.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/memahamisufi.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/memahamisufi.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/memahamisufi.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/memahamisufi.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/memahamisufi.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/memahamisufi.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/memahamisufi.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/memahamisufi.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/memahamisufi.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/memahamisufi.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/memahamisufi.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/memahamisufi.wordpress.com/423/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=memahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5311111&amp;post=423&amp;subd=memahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/03/31/hijab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f28616257797209661aa8f63be08033c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mas_JK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://memahamisufi.files.wordpress.com/2011/03/tahap_metu.jpg?w=76" medium="image">
			<media:title type="html">salin rasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedikit tentang Ma&#8217;rifatullah</title>
		<link>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/02/15/marifatullah/</link>
		<comments>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/02/15/marifatullah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 03:07:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m@sJK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aslim]]></category>
		<category><![CDATA[Berserah Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ketaqwaan]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Referensi Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Ma'rifat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://memahamisufi.wordpress.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[APABILA TUHAN MEMBUKAKAN BAGIMU JALAN UNTUK MAKRIFAT, MAKA JANGAN HIRAUKAN TENTANG AMALMU YANG MASIH SEDIKIT KERANA ALLAH SWT TIDAK MEMBUKA JALAN TADI MELAINKAN DIA BERKEHENDAK MEMPERKENALKAN DIRI-NYA  KEPADA KAMU. Pengertian amal, Qada’ dan Qadar, tadbir dan ikhtiar, doa dan janji Allah swt,  semuanya itu mendidik rohani agar melihat ke dalam diri betapa kecilnya apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=memahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5311111&amp;post=403&amp;subd=memahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.facebook.com/berbagipendapat"><img class="size-thumbnail wp-image-404 alignleft" title="sembunyi" src="http://memahamisufi.files.wordpress.com/2011/02/sembunyi.jpg?w=93&#038;h=96" alt="sembunyi di tempat yang terang" width="93" height="96" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">APABILA TUHAN MEMBUKAKAN BAGIMU JALAN UNTUK MAKRIFAT, MAKA JANGAN HIRAUKAN TENTANG AMALMU YANG MASIH SEDIKIT KERANA ALLAH SWT TIDAK MEMBUKA JALAN TADI MELAINKAN DIA BERKEHENDAK MEMPERKENALKAN DIRI-NYA  KEPADA KAMU.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengertian amal, Qada’ dan Qadar, tadbir dan ikhtiar, doa dan janji Allah swt,  semuanya itu mendidik rohani agar melihat ke dalam diri betapa kecilnya apa yang datang dari seorang hamba dan sebaliknya betapa besar apa yang dikurniakan oleh Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Rohani yang terdidik begini akan membentuk sikap beramal tanpa melihat kepada amalan itu tapi sebaliknya melihat amalan itu sebagai kurniaan Allah swt yang wajib disyukuri. Orang yang terdidik seperti ini tidak lagi membuat tuntutan kepada Allah swt tetapi membuka hati nuraninya untuk menerima taufik dan hidayat daripada Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang berpikiran jernih akan menuju kepada kesucian hati dan akan mudah menerima pancaran Nur Sir.  Mata hatinya akan melihat kepada hakikat bahwa Allah swt, Tuhan Yang Maha Mulia, Maha Suci dan Maha Tinggi tidak mungkin ditemui dan dikenali kecuali jika Dia ingin ditemui dan dikenali. Tidak ada ilmu dan amal yang mampu menyampaikan seseorang kepada Allah swt. Allah swt hanya dikenali apabila Dia memperkenalkan  ‘diri-Nya’. Penemuan kepada hakikat bahwa “tidak ada jalan yang terhulur kepada gerbang  makrifat” merupakan puncak yang dapat dicapai oleh ilmu. Karena “pengertian” itu tidak ada dalam Ilmu apapun. Ilmu tidak mampu menelurkan pengertian itu. Apabila mengetahui dan mengakui bahwa “tidak ada jalan atau tangga yang dapat mencapai Allah swt” maka seseorang itu tidak lagi bersandar kepada ilmu dan amalnya, apa lagi kepada ilmu dan amal orang lain. Bila sampai di sini seseorang itu tidak ada pilihan lagi melainkan menyerah sepenuhnya kepada Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada orang yang mengetuk pintu gerbang makrifat dengan doanya. Jika pintu itu tidak terbuka maka semangatnya akan menurun, hingga akhirnya membawa kepada berputus asa. Ada pula orang yang berpegang dengan janji Allah swt bahwa Dia akan membuka jalan-Nya kepada hamba-Nya yang berjuang pada jalan-Nya. Kuatlah dia beramal agar dia lebih layak untuk menerima kurniaan Allah swt sebagaimana janji-Nya. Dia menggunakan kekuatan amalannya untuk mengetuk pintu gerbang makrifat. Bila pintu tersebut tidak terbuka juga maka dia akan berasa ragu-ragu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-403"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalanan mencari makrifat, seseorang tidak terlepas daripada kemungkinan menjadi ragu-ragu, lemah semangat dan berputus asa.  Hal itu menandakan dia masih bersandar kepada sesuatu selain Allah swt. Hamba tidak ada pilihan kecuali berserah kepada Allah swt, hanya Dia yang memiliki kuasa Mutlak dalam menentukan siapakah antara hamba-hamba-Nya yang layak mengenali Diri-Nya. Ilmu dan amal hanya digunakan untuk membentuk hati yang berserah diri kepada Allah swt. Menyerahkan diri atau Aslim kepada Allah swt itulah yang dapat membawa kehadapan pintu gerbang makrifat. Hanya para hamba yang sampai di perhentian aslim ini yang berkemungkinan menerima kurniaan makrifat.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah swt menyampaikan hamba-Nya di sini adalah tanda bahwa si hamba tersebut dipersiapkan untuk menemui-Nya. Aslim adalah makam tertinggi untuk menghampiri Allah swt. Seseorang yang sampai kepada makam ini haruslah terus membenamkan dirinya ke dalam lautan penyerahan tanpa menghiraukan banyak atau sedikit ilmu dan amal yang dimilikinya. Sekiranya Allah swt kehendaki dari makam inilah hamba diangkat ke Hadrat-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jalan Aslim menuju pintu gerbang makrifat pada umumnya terbagi kepada dua;</p>
<p style="text-align:justify;">1. Jalan orang yang mencari dan</p>
<p style="text-align:justify;">2. Jalan orang yang dicari.</p>
<p style="text-align:justify;"> 1. Orang yang mencari akan melalui jalan di mana dia kuat melakukan mujahadah (perjuangan/usaha), Berjuang melawan godaan hawa nafsu, kuat melakukan amal ibadat dan gemar menuntut ilmu. Zahirnya sibuk melaksanakan tuntutan syariat dan batinnya memperteguhkan iman. Dipelajarinya tarekat tasauf, mengenal sifat-sifat yang tercela dan berusaha mengikiskannya daripada dirinya. Kemudian diisikan dengan sifat-sifat yang terpuji. Dipelajarinya perjalanan nafsu dan melatihkan dirinya agar semakin lepas dari nafsunya itu agar menjadi bertambah suci hingga meningkat ke tahap yang diredai Allah swt. Inilah orang yang dimaksudkan Allah swt dalam firman-Nya :</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh karena memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta memperoleh keridhaan); dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah beserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya. ( Ayat 69 : Surah al-‘Ankabut )</p>
<p style="text-align:justify;"> “Wahai manusia ! Sesungguhnya engkau sentiasa berpenat &#8211; (menjalankan keadaan hidupmu) dengan segala upayamu sehingga sampai (semasa engkau) kembali kepada Tuhanmu, dan engkau akan tetap  menemui balasan apa yang telah engkau usahakan itu (tercatat semuanya). (Ayat 6 : Surah al-Insyiqaaq )</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang bermujahadah pada jalan Allah swt dengan cara menuntut ilmu, mengamalkan ilmu yang dituntut, memperbanyakkan ibadat, berzikir, menyucikan hati, maka Allah swt menunjukkan jalan dengan memberikan taufik dan hidayat sehingga terbuka kepadanya suasana berserah diri kepada Allah swt tanpa ragu-ragu dan ridha dengan aturan/perlakuan Allah swt. Dia akan dibawa kedekat pintu gerbang makrifat dan hanya Allah swt saja yang menentukan apakah orang tadi akan dibawa ke Hadrat-Nya ataupun tidak, dikurniakan makrifat ataupun tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Golongan orang yang dicari menempuh jalan yang berbeda daripada golongan yang mencari. Orang yang dicari tidak cenderung untuk menuntut ilmu atau beramal dengan tekun. Dia hidup selaku orang awam tanpa kesungguhan bermujahadah. Tetapi, Allah swt telah menentukan satu kedudukan kerohanian kepadanya, maka takdir akan menyeretnya sampai ke kedudukan yang telah ditentukan itu. Orang dalam golongan ini biasanya berhadapan dengan sesuatu peristiwa yang dengan serta-merta membawa perubahan kepada hidupnya. Perubahan sikap dan kelakuan berlaku secara mendadak. Kejadian yang menimpanya selalu berbentuk ujian yang memutuskan hubungannya dengan sesuatu yang menjadi penghalang antaranya dengan Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Semisalnya dia seorang raja yang beban kerajaannya menyebabkan dia tidak mampu mendekati Allah swt, maka Allah swt mencabut kerajaan itu daripadanya. Terlepaslah dia daripada beban tersebut dan saat itu juga timbul satu keinsafan di dalam hatinya, yang membuatnya menyerahkan diri kepada Allah swt dengan sepenuh hatinya. Sekiranya dia seorang hartawan takdir akan memupuskan hartanya sehingga dia tidak ada tempat bergantung kecuali Tuhan sendiri. Sekiranya dia berkedudukan tinggi, takdir mencabut kedudukan tersebut dan ikut tercabut kemuliaan yang dimilikinya dan digantikan pula dengan kehinaan sehingga dia tidak ada tempat untuk dituju lagi kecuali kepada Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang dalam golongan ke dua ini dihalang oleh takdir daripada menerima bantuan daripada makhluk.  Sehingga mereka berputus asa terhadap makhluk. Lalu mereka kembali dengan penuh kerendahan hati kepada Allah swt dan timbullah dalam hatinya suasana penyerahan atau aslim yang benar-benar terhadap Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyerahan yang tidak mengharapkan apa-apa daripada makhluk menjadikan mereka ridha dengan apa saja takdir dan perlakuan Allah swt. Suasana begini membuat mereka sampai dengan cepat ke perhentian pintu gerbang makrifat walaupun ilmu dan amal mereka masih sedikit. Orang yang berjalan dengan kendaraan bala bencana dan tetap dalam istiqamah (ridha dalam perlakuan Allah swt) akan lebih cepat sampai ke pintu gerbang kema’rifatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Hurairah r.a menceritakan, yang beliau dengar Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya : Allah berfirman: “ Apabila Aku menguji hamba-Ku yang beriman kemudian dia tidak mengeluh kepada pengunjung-pengunjungnya maka Aku lepaskan dia dari belenggu-Ku dan Aku gantikan baginya daging dan darah yang lebih baik dari yang dahulu dan dia boleh memperbaharui amalnya sebab yang lalu telah diampuni semua”.</p>
<p style="text-align:justify;">Amal kebaikan dan ilmunya tidak mampu membawanya kepada kedudukan kerohanian yang telah ditentukan Allah swt, lalu Allah swt dengan rahmat-Nya mengenakan ujian bala bencana yang menariknya dengan cepat kepada kedudukan berhampiran dengan Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;"> Akhir kata … semoga kita semua diberikan taufik dan hidayah-Nya untuk memperoleh pengertian-pengertian seperti ini meskipun tidak sekarang.  Sehingga kita benar-benar mengerti makna dari Hakikat berMa’rifatullah.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ternyata bukan sekedar “ngelmu2an dan atau berharap dari amal2an” tapi sesungguhnya memang seperti uraian2 pengertian diatas.  Kalo boleh saya ringkaskan bahwa Jalan tertinggi dalam makam berma’rifatullah adalah “bersabar dalam perjuangan dengan segala Ujian2 (perlakuan-Nya)” – yang sering kita dengan sebutan RIDHA.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengerti makna dari tulisan ini hendaknya membacanya harus “lepas” dari nafsu dan dari segala ke“ILMU”an yang ada di diri.  Harus dengan kehati2an dan setenang-tenang dalam rasa cinta kepada Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah2an ada bermanfaat.  AMIN.</p>
<br />Filed under: <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/aslim/'>Aslim</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/berserah-diri/'>Berserah Diri</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/ketaqwaan/'>ketaqwaan</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/marifatullah/'>Ma'rifatullah</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/referensi-sufi/'>Referensi Sufi</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/tauhid/'>Tauhid</a>, <a href='http://memahamisufi.wordpress.com/category/tentang-marifat/'>tentang Ma'rifat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/memahamisufi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/memahamisufi.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/memahamisufi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/memahamisufi.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/memahamisufi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/memahamisufi.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/memahamisufi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/memahamisufi.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/memahamisufi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/memahamisufi.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/memahamisufi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/memahamisufi.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/memahamisufi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/memahamisufi.wordpress.com/403/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=memahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5311111&amp;post=403&amp;subd=memahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://memahamisufi.wordpress.com/2011/02/15/marifatullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f28616257797209661aa8f63be08033c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mas_JK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://memahamisufi.files.wordpress.com/2011/02/sembunyi.jpg?w=93" medium="image">
			<media:title type="html">sembunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
