Selanjutnya kita lihat kitab Barnabas berikut ini :
“…kemudian berkata Yesus, demi Allah pada hadirat-Nya Ruhku berdiri, banyak yang sudah tertipu mengenai kehidupan kita. Karena demikian saling merapatnya antara Ruh dan perasaan telah berhubungan bersama, hingga sebagian besar manusia mengiakan Ruh dan perasaan itu menjadi satu dan hal yang sama, hanya terbaginya dalam penugasan sedangkan tidak dalam wujud, menyebutkannya sensitive (rasa perasaan), vegetative (tubuh yang tumbuh) dan intellectual soul (Ruh berfikir, cerdas akal). Tetapi sungguh aku katakan kepadamu, ruh itu adalah satu, yang berfikir dan hidup. Orang-orang dungu, dimanakah akan mereka dapatkan ruh akal tanpa kehidupan ? tentulah keadaan ketidak sadaran, apabila rasa perasaan meninggalkannya.” Thaddeaus menjawab, “O Guru, apabila rasa perasaan (sense) meniggalkan kehidupan (life) seorang manusia tidak mempunyai kehidupan.”
Ayat diatas menjelaskan banyak orang tertipu mengenai kehidupan, sesungguhnya Ruh itulah yang menyebabkan orang itu hidup dan berfikir dan memiliki perasaan (sense), tubuh yang bergerak dan tumbuh, berfikir dan berakal. Semuanya itu karena adanya Ruh. Dan Thaddeaus menyimpulkan bahwa jika manusia tidak memiliki Ruh maka tidak akan ada kehidupan pada dirinya. Berarti rasa (sense) intellectual soul merupakan intrument ruh.
Kemudian pada pasal 123
Ketika semua duduk, Yesus berkata lagi, ALLAH kita untuk memperlihatkan kepada makhluk-makhluk-Nya kasih sayang-Nya dan rahmat serta Maha Kuasa-Nya, dengan Maha pemurah dn Maha Adil-Nya, membuat sesunan dari empat hal berlawanan yang satu dengan yang lain, lalu menyatukannya dalam suatu tujuan ahkir, itulah manusia dan ini adalah tanah, udara, air dan api. Supaya tiap-tiap satu sama lain menenangkan pertentangannya. Dan dari empat benda ini, dia menjadikan sebuah kendi (bejana) itulah tubuh manusia, daging, tulang-tulang, darah, sum-sum dan kulit dengan saraf-saraf dan pembuluh-pembuluh darah, dan dengan semua bagian-bagian dalamnya; dalam tempat itu Allah meletakkan RUH dan rasa perasaan, laksana dua tangan dari hidup ini. Memberikan tempat kepada rasa perasaan pada setiap bagian tubuh untuk itu menebarkan dirinya disana seperti minyak. Dan kepada Ruh, dia memberikan untuk tempatnya hati, yang bersatu dengan perasaan, dialah akan menerima seluruh kehidupan itu.
Ayat ini menerangkan penciptaan manusia seperti terdapat di dalam Al qur’an surat Al Hijir 28-29 , sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan ke dalamnya Ruh-Ku , maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud, Surat Al mukminun: 12 , berasal dari ekstrak tanah
Surat Al hajj : 5, manusia dari turab (berupa debu)
Surat Ar Rahman : 14 , dari tanah liat yang kering seperti tembikar.
Pasal 179, dikatakan Ruh itu bersifat universal dan besarnya 1000 kali lebih besar dari seluruh bumi.
Jiwa adalah bersifat sangat luas dengan identitas dirinya yang dipanggil sebagai feminin karena sifatnya yang universal – Ya Ayyatun nafsul muthmainnah – wahai jiwa yang tenang. Penggunakan Ya nida’(Ayyatuha) atas jiwa sebenarnya biasa digunakan untuk memanggil wanita, juga untuk panggilan (nida’) sesuatu yang sangat luas berdasarkan dalil kullu jam’in muannatsin – sesuatu yang bersifat universal atau luas disebut muannats (feminin). Misalnya, jannatun (syurga), samawat (langit), Al Ardh (bumi), Al jamiat (universitas / universal).
Hampir jarang orang menyadari akan dirinya sebenarnya sangat luas, akan tetapi kesadaran ini telah lama menyesatkan fikiran kita yang menganggap bahwa diri kita sebatas apa yang tergambar secara kasat mata saja, padahal lebih dari yang ia bayangkan, bahwa manusia baik logam, tumbuhan dan gunung adalah sebetulnya terdiri dari suatu untaian kejadian-kejadian atau proses. Dimana segala alam lahir ini tersusun oleh senyawa-senyawa kimiawi yang dinamai zarrah (atom). Dan atom-atom ini dalam analisa terakhir adalah satu unit tenaga listrik, yang energi positifnya (proton) berjumlah sebanyak energi negatifnya (electron) di dalam atom ini – setiap detik terjadi loncatan dan pancaran (chark and spark) secara terus menerus. itulah semburan-semburan yang tidak ada hentinya dari daya listrik. Manusia tidak mampu melihat semburan atau loncatan yang tidak putus-putus dengan kecepatan yang sangat luar biasa ini dengan kasat mata biasa, kecuali dengan kesadaran ilmu yang cukup – sebagaimana Al qur’an mengungkapkan tentang gunung yang dianggap oleh orang awam seperti diam tak bergerak :
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap ditempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan.” [QS. An Naml:88]
Secara fisik, manusia bersifat luas dan ruhani meliputi keluasan alam semesta.
Insya Allah … bermanfa’at. amin.
24 Komentar
ikutan ngaji biar jadi sufi…. salam kenal dan damai selalu.
MIGUNANI …………….
_________
salam kenal kembali mba Eka, senang sekali dikunjungi … mengaji “hayat” dan “ayat” dua2nya penting. jadi sufi ? .. jadi harus siap2 ber-angsur2 melepaskan warn(a)2(i)nya dunia …
Mas memahamisufi (nickname ?),
Kalau saya memikirkan ruh, malah bingung ngga’ karuan.
Kalau saya lebih senang berkaca, apakah kaca yang saya lihat itu masih buram atau sudah mulai cerah. Kalau sudah agak cerah, saya mencoba melihat lagi apakah masih ada wajah angker dan emosional disana, apakah sudah ada sifat empati disana dsb. Kalau belum ada, saya mencoba mencari cara bagaimana mengubah pantulan wajah itu agar menjadi lebih baik.
Untuk sementara, pencapaian target itu saya rasakan cukup sulit. Nanti kalau sudah lulus tingkat dasar ini, mungkin saya akan ikutan memikirkan tentang ruh, mata pelajaran di tingkat strata dua
Salam.
_____________
mas lambang boleh panggil saya masJK.
memang saya tidak berharap bahwa permasalahan ruh untuk dipikirkan, tapi untuk mencari tahu. dengan niat bahwa pencarian itu semata-mata insya allah dapat menjadikan penambah iman. sekali lagi tidak u/ dipikirkan, nantinya bisa jadi yang didapat hanya kepusingan.
pemabahasan mengenai ruh yang sangat sedikit ini diharapkan menjadikan kita tambah semangat, untuk menggali lebih dalam lagi apa makna sesungguhnya diri ini. sebagai gambaran kecil saja saya mengilustrasikan bahwa di dalam diri kita hanya berisikan “setetes air” yang diberikan dari luasnya “air di lautan”. namun jika kita mengetahui makna setetes air tersebut maka sama halnya kita mengetahui hakekat “air” yang demikian luas di lautan.
mohon ma’af jika ada salah kata.
damai selalu.
Masalah zat ruh itu memang kita tidak tahu, tapi ilmu tentang ruh itu atau ilmu ruhani itu kita perlu tahu. Karena hakikat diri kita adalah ruh tersebut. Karena ruh itu yang merasa, rasa senang, gembira, sedih, dan lain2. Ruh kita ini yang akan disiksa di dalam kubur nanti, yang akan ditanyai di Padang Mahsyar dan menerima balasan di hari akhirat nanti. Maka ruh kita ini perlu dididik, yaitu sifat-sifat mahmudahnya perlu disuburkan dan sifat mazmumahnya perlu ditumpaskan.
Sebelum manusia dilahirkan ke dunia, sebenarnya ruh itu sudah kenal dengan ALLAH, namun bila sudah ada di dunia, manusia engkar dengan ALLAH, karena manusia memiliki dua musuh batin yakni syaitan dan hawa nafsu, inilah yang mesti dilawan dengan ilmu tasawuf.
Ruh itu hakikatnya satu, namun bila dia merasa dinamakan hati/jiwa/ruh. Bila dia berfikir dinamakan akal, dan bila berkehendak dinamakan nafsu. Nafsu inilah yang perlu dididik karena dia cenderung berkehendak kepada kejahatan, dan dia adalah laluan bagi syaitan untuk menggoda kita.
Sedangkan ruh para nabi, ruhnya suci (muqaddasah) karena telah terbebas dari belenggu nafsu, dan mutassarif (berperanan)…Wallahualam
____________
saya tidak bisa menyanggah pendapat tentang ruh yang nantinya akan disiksa karena mungkin ada di dapat dari sumber2 pengetahuan yang lain. namun saya ada yang tetap pada pendirian bahwa ruh adalah “ilmu dan kekuasaan-Nya” yang berisikan dan selalu menuruti amr2 (perintah2) Allah swt. Ia tidak terpengaruh dan bercampur dengan nafsu dan kefujuran (kejahatan2 yang dilakukan diri).
mohon ma’af jika ada kekurangan.
wass.
Salam Maya Mas JK!
Semua kita sudah banyak faham tentang tubuh.
Semua kita sudah mulai ngerti tentang jiwa.
Tapi semua kita tak tau banyak mengenai roh.
Ketiga-tiganya ini ku konsentrasikan dlm blog ku,
Bahwa kita terdiri dari tubuh, jiwa dan roh,
Lalu, segala ada ku coba pikir dr tiga sisi.
Lihatlah! Mulai dari bayi!
Salam Pikir Tiga!
_______
hemm …
Ass…mas JK aq pgn berthariqat aq harus kemana mencari mursyd yang sejati tlg hub lwt Ddlest@gmail.com/085751006040
@Mas JK
Ngomen dong di blog ku!
Kemungkinan ada kesamaan,
Atau ada perbedaan kita memandang roh
Salam Pikir Tiga!
Kalo buat aq RUH adalah jalan untuk mengenal rahasia ilahi…siapa dapat menyelami atau mengetahuiny insyaallah dia pasti dkt dgn Allah…maaf ya kalo penafsiran aq mash kurang lengkap soale mash orang awam…He..he..he.
@jokosio
Ide mu sama dgn ku.
Mengenal yang Illahi,
Kudu dgn roh, tak bisa lain.
Salam!
Salam maz,numpang mampir
tolong dibenerin n mohon dimaklumi z maz.yg bikin rumit kan gimana???kita mengetahui,mengerti,menghayati ruh yg ada didalam dirikita…..sampai benang merah tinta penunjuk jalanya ga putus2 n ga akan pernah berakhir sampe berhentinya bumi berputar.
Mungkin itulah yg hendak dikatakan oleh para utusan illahi.
-”aku adalah dia,dia adalah aku”
-”tiada jalan menuju bapa disurga selain melalui aku”
mengutip tpi msh salah
Semoga kita diantara orang2 yg diberi kemampuan untuk memahami rahmat NYA.
Wassallam
Ttg roh,
Kita hanya mereka-reka
Melalui gejala-gejanya saja.
Aku melihat secara dangkal melalui:
Jarang kepang, Leak Bali, Paranormal,
Mimpi, Santet, Voodo, Kesurupan, dls.
Aku yakin,
Bahwa roh yang ada di dalam diriku
Lebih besar dp roh yg ada di dlm dunia.
Salam Pikir Tiga!
Assalammualaikum…
Terus ortu qt kasih qt sebuah nama tapi maaf ya teman teman aq mash gk tau dimana letak nama aq ada yang bisa bantu gk…kalo bagi aq yg namanya leak,pocong,kuntilanak buat aq adalah arwah yg nyasar gk nyampai ke allah…
He..he..he!
Arwah nyasar!
Kali ada benernya.
Orang yg cinta kesumat pd dunia,
Arwahnya suka nyimpang-nyasar,
Terbangnya riuh-rendah,
Suka ngagetin orang,
Gampang dibotolin,
Bisa dikasi order,
Doyan sesajen,
Kali begitu.
Salam Pikir Tiga!
Mas apa bener ya!!!arwah nyasar ini sewaktu hidupnya mengabdi sama syaitan???setahu aq org mati itu kalau gk digebukin sama malaikat yang amalnya kurang baik terus yang satunya nyantai dialam kubur menunggu hari pengadilan,jadi arwah nyasar ini pasti tangan kanan syaitan yg berusaha menggoda manusia…
Ah semua ilmu yang diberikan Tuhan kepada manusia memang cuma sedikit. Jadi, kalau ada isyarat Tuhan bahwa ilmu tentang ruh itu sedikit, bukan berarti tidak bisa kita ketahui. Dan pastinya, yang bisa kita ketahui juga cuma sedikit. Bila ayat-ayat dalam Quran yang mengisyaratkan tentang ruh itu mutasyabihat, apakah itu isyarat juga bahwa kita boleh mencari tahu tentang ruh itu lewat jalan-jalan lain? Ataukah Muhammad SAW menyampaikan informasi tentang ruh itu pada kalangan terbatas?
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan ke dalamnya Ruh-Ku , maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud,” Surat Al mukminun: 12.
Saya berpendapat bahwa kemuliaan manusia terletak pada ditiupkannya (sebagian) ruh Tuhan kepada manusia. Karena itu pula para malaikat diperintahkan untuk bersujud kepada manusia pertama setelah ruh itu ditiupkan kepadanya. Setelah ruh itu ditiupkan, manusia mampu bernafas.
“Allah memegang jiwa/nafs (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa/nafs (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan {1314}. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (SURAT AZ ZUMAR (ROMBONGAN-ROMBONGAN) ayat 42)”
Saat tidur manusia masih bisa bernafas, tidak demikian halnya dengan yang sudah wafat. Nah, pada saat tidur itu ‘kesadaran’ orang hilang, tapi tubuh fisik masih bernafas. Pada saat wafat, nafas fisik hilang, ‘kesadaran’ pun hilang.
Sementara itu, pada saat terjaga, nafas ada, kesadaran pun muncul. Pertanyaan yang mengganjal: apakah ruh mempengaruhi ‘kesadaran’ kita sementara nafs mempengaruhi nafas fisik kita?
Bila demikian halnya, berarti pada saat tidur ruh kitalah yang dalam ‘genggaman’ Tuhan dan nafas kita dibiarkan melekat pada jasad. Sedangkan pada saat wafat baik ruh maupun nafs keduanya berada dalam ‘genggaman’ Tuhan.
Bagaimana dengan para syuhada? Bukankah mereka tidak mati dan masih diberi rizki?
Ada yang terlupa….
Salam kenal
ikut comment ya….
kalo dalam diri setiap manusia ada tiupan ruh-NYA.
ahh,jangan pernah lagi menyakiti sesama,hidup damai,saling mengasihi de el el
Wah,
Udah mulai rame juga yg mulai tau roh.
Di blog-ku, roh itu kubedakan dari jiwa.
Pls sanggah atauwa lengkapi! Tq!
Salam Pikir Tiga!
“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit” [al-Isra' : 85]
dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan manusia tentang Ruh/gaib tsb sedikit. dalam artian Sedikit ilmu pengetahuan manusia tentang ruh/gaib atau sedikit orang yg tahu tentang Ruh/gaib seperti adanya fenomena anak indigo yg tahu tentang gaib/metafisik.orang indigo lenih sedikit jumlahnya di banding dengan orang normal.
Aku pun sedang heran,
Mengapa hal yg demikian penting itu sedikit?
Sementara hal penyiksaan dan kengerian itu begitu banyak!
Dan,
Apakah yg banyak lebih penting dari yg sedikit?
Dan,
Apakah yg sedikit tak bisa kita perbanyak?
Dan,
Seperti dari lintas galaxy ke lintas elektron, ada berapa banyak?
-
Salam Sedikit!
salam kenal…
ruh itu urusan Allah, manusia tidak lah mengetahui melainkan sangat sedikit….banyak yg berangggapan sangat sedikit ini berarti ya sangat sedikit jadi tidak usah dibahas ntar salah lagi begitu menurut para ulama syar’i.
tapi menurut para sufi bahkan kejawen…sangat sedikit ini mempunyai arti sangat besar, sebab sangat sedikit menurut Allah beda dgn menurut manusia….jadi sebanyak apapun pengalaman dan pengetahuan kita tentang ruh maka akan tetap sangat sedikit bagi Allah akan menjadi sangat besar bagi kita apabila kita ikhlas, syukuri dan tidak sombong…
nuwun
@mastono
Betul sekali, Mas Ton!
Semakin sedikit semakin dicari bagi diri.
Semakin banyak semakin dibagi dari diri.
-
Salam Damai!
Setiap “benda hidup” pasti di dalamnya terdapat “ruh”.
Kita mulai dengan satu pertanyaan “Mengapa manusia bisa hidup?” jawaban paling sederhana adalah “Karena ada ruh di dalamnya, coba kalau ruhnya pergi, maka orang tersebut pasti akan mati”
Pertanyaan kedua “Bisakah ruh tetap tinggal di tubuh seseorang, tanpa makan dan minum?”
Jawabannya, tanpa makan dan minum untuk waktu tertentu, pasti manusia bakal mati. Sebab, untuk bisa mempertahankan hidup,SALAH SATUNYA harus makan dan minum.
Jadi boleh dikatakan bahwa untuk bisa mempertahankan ruh SALAH SATUNYA HARUS MAKAN DAN MINUM. Apakah ruh itu sama dengan makanan dan minuman? jawabannya
AsTI BUKAN!!!
Lalu apa syarat-syarat eksistensi RUH? sebelum kita menjawab, ada baiknya saya bertanya lebih dulu tentang persoalan yang riil.
Anda pasti pernah melihat ada sebuah sepeda onthel yang meluncur dijalanan. Pertanyaan sederhana adalah “Mengapa sepeda itu bisa meluncur di jalan?”
Nah pertanyaan yang sangat simpel ini pasti akan mengundang debat yang panjang. Sebab, bisa saja dijawab “sepeda itu bisa meluncur karena ada rodanya” jawaban ini benar, tetapi bukan hanya ke dua buah roda itu saja yang menyebabkan sepeda itu bisa meluncur.
Masih ada sejuta faktor yang menyebabkan sepeda itu bisa meluncur. Lho kok banyak banget samapai sejuta faktor? iya karena ENERGI hidup (gerak) itu memang VERY COMPLEXS, dimana masing-masing saling kerjasama membentuk LINGAKARAN GERAK/KEHIDUPAN.
Jadi tidak ada NYAWA ATAU RUH tanpa HIDUP, sebaliknya tidak ada HIDUP TANPA RUH. Ruh dan Hidup adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan.
Oleh karena itu, ketika seseorang itu mati maka berakhir pulalah eksistensi ruh di dalam tubuh orang tersebut. Ruh itu telah berubah wujud menjadi ENERGI DALAM BENTUK YANG LAIN.
Ruh memang tidak bisa mati karena ruh adalah satuan energi. Dengan demikian ruh sangat NETRAL yang tidak mungkin memiliki dosa dan kesalahan, sehingga ruh tidak mungkin bisa disiksa.
demikian pendapatku.
salam
_____________________________
mas JK
alhamdulillah … salam kenal (pak) suprayitno
demikian menarik … insya allah dapat menambah manfa’at untuk diri saya dan juga teman2 qt yang lain. atau ada teman2 yang dapat menambah/memperluas komentar saya u/ (pak) suprayitno, saya sangat berterima kasih sekali.
~~~~~
sebagai catatan : mhn ma’af u/ teman2 yang sampai saat ini tidak pernah terjawab berbagai sapa’an2 yang ada dalam email/komentar. Saya mohon dimaklumi karena sampai saat ini saya masih belum stabil dalam penggunaan waktu karena berbagai faktor, (misalnya kerjaan dll.)
~~~~~
wass.