Seperti halnya sebuah tradisi disadari atau tidak bahwa “agama” telah berada dan berjalan dengan sendiri, lepas dari “ketergantung”an dalam makna keHIDUPan. Keadaannya tidak lebih dari sekedar “pelengkap” saja. Pernahkah kita sudi meng”evaluasi diri” dengan memunculkan sebuah pertanyaan : “apakah kita sudah ISLAM atau hanya baru ber-AGAMA islam ?”.
“Pertanyaan diri” tersebut cukup penting, dengan maksud guna memacu pribadi menjadi perduli untuk mengkaji seberapa jauh kita telah mengamalkan ke”SEMPURNA”an di dalam AGAMA kita.
Mudah-mudahan dengan adanya forum “berbagi pendapat” ini kita dapat menjalin ke-CINTAan dan kePEDULIan terhadap AGAMA kita (meskipun masih sekedar menebarkan KONSEP) namun setidaknya telah berbagi MAKNA dari ayat-ayat yang ada. Pada akhirnya semakin banyak pengetahuan yang harus kita AMALkan guna melaju terus dalam keSEMPURNAan dan KUALITAS diri. Barangkali demikian sebagian makna dariĀ “waridloka mathlubi”.