HIDUP

HIDUP itu tidak ada kata MATI

Jika ingin HIDUP maka kita harus mencontoh SIFAT2-Nya yakni Al-Hayyu, yang selalu MEMBERI dan mengHIDUPkan.

Kita harus mengHIDUPkan dan MEMBERI dari modal yang telah diberikan-Nya yakni berupa DIRI.

Maka jadikanlah DIRI sebagai BEJANA-Nya untuk mengHIDUPkan DIRI-DIRI yang lain.

Segala keMAMPUan DIRI adalah selalu dalam GERAKkan-Nya dan bukan MILIK DIRI.

MeNOLONG dengan keMAMPUan yang ada pada DIRI, berarti kita berLATIH menuju HIDUP.


mas JK


Prakata

Berlepas diri dari pernyataan yang mengharamkan, memakruhkan dan atau  yang menghalalkan tentang pembahasan mengenai ruh.  Disini saya hanya berbagi referensi dari yang saya pernah lihat atau tahu selama ini.

Kita tidak bisa pungkiri bahwa pengetahuan manusia dalam masalah “di luar alam nyata” (dalam istilah popoulernya Metafisika) terbatas, namun kita bisa mengetahui hal tersebut lewat penjelasan al-Qur’an dan Sunah Nabi kita. Memang ada sebagian kebanyakan ahli filsafat yang membahas ruh demikian jauh, sehingga mereka berkeyakinan bahwa ruh itu kekal.

Berangkat dari itu semua, bahwa ruh juga adalah masalah penting yang harus kita ketahui, dan inilah tujuan ditulisnya pembahas tentang ruh,  insya allah agar menambah pemahaman atau setidaknya yang mengingatkan, alhasil tulisan ini semoga dapat menjadi bahan bacaan yang dapat membantu atau hanya sekedar bacaan iseng atau mungkin sekedar jadi bacaan cibiran saja pun itu tak apa.

Ada ungkapan yang cukup bijak bahwa “Para Nabi dan Ulama banyak berbicara tentang Allah Swt, mulai dari sifat-sifat-Nya, Asma al-Husna-Nya, lalu membahas tentang wujud, wahdaniat, kalam al-Ilahi dan sebagainya, dan kita tidak mendengar seorang pun yang mengharamkan untuk membahasnya ataupun memakruhkannya.   Lantas  apakah RUH lebih tinggi kedudukannya ?, sehingga menjadi haram untuk di bahas  ? “…  [saya serahkan pada kawan].

Baca Lebih Lanjut »